Tulisan Pertama

Hai ini tulisanku yang pertama, sebelum ngalor ngidul saya akan memperkenalkan nama saya. Nama saya Agus Prasetiyo, panggil saja tiyo karena nama itu belum terlalu tapi kalau agus terlalu pasaran. Saya adalah nomor anak 3 dari 3 bersaudara dan laki-laki sendiri. Saya memiliki 2 saudara perempuan satu sudah meninggal dan kakak saya yang nomer satu sudah punya anak 3 dan Anak pertama usia yang sama seperti saya. Ceritanya ortuku ingin mau kalah dengan kakakku. Saat kakakku malam pertama mugkin malam terakhir begituan dan lahirlah aku. Tampaknya tidak mungkin deh kalo malam terakhirwong malam-malam ang lain aku serirng lihat ibu dan bapak begituan.
 Di sini saya akan bercerita ketika aku masih kecil sampai sekarang saya masih kuliah. Saya lahir di pedalaman di daerah terpencil di daerah Sumatera. Loh itu pedalaman banget wong aku lahir dibantu dukun beranak bukan dokter, aku lahir pada tahun 95an tepatnya pada tanggal 1 Oktober. Aku lahir ketika pemutaran film G30S / PKI pada saat itu para jenderal dibunuh oleh pasukan PKI aku lahir. Loh mengatakan ada di Pedalaman mengapa ada pemutaran? Gini bro ketika Soeharto masih menjadi presiden film itukan harus ditonton di semua kalangan. Nah pada saat itu film diputar dilapangan dan dislenggarakan oleh pemerntah desa.
 Saya waktu kecil bro gemuk dan putih dan aku tidak berbohong tapi mengapa saat ini  aku kurus dan hitam oh Tuhan apa  salah satu hamba. Saya SD dekat rumah ya sekitar 500 meter dari rumah dan ketika berjalan sekitar 15 menit, ketika saya masih SD aku tidak bisa naik kendaraan maka aku jalan  kaki. Saat SD aku tidak tahu apakah nama sekolah? Yang aku tahu hanya bermain dan bermain, ya bagaimana lagi itu pertama kali aku masuk kekelas karena karena jangankan PAUD bahkan TK pun tidak ada saat itu. Mainanku hanya buatan ayah bukan made in Cina atau dibuat di Cikarang, Bekasi, Tangerang atau yang lain. Tempat favorit waktu kecil adalah yaitu empang sekitar disekitar rumah dan kalu disana disebut "Kalen". Loh apa dimarahin bukan ibu?. Tenang nggak dimarahin Hanya langsung dibawain sapu atau kayu untuk memukul. Seketika paha membiru dan mata berubah menjadi bengkak karena kebanyakan menangis. Mungkin jika sekarang mungkin langsung diaduin ke Kak Seto sangat menyakitkan karena penyiksaan yang saya terima.


SD jangka waktu cerita yang pertama aku mencium aroma kelas. Belum tahu gadis cantik atau gadis seksi. Pikiran masih polos dan banyak orang asing yang belum dikenal. Meskipun saya memiliki keberanian untuk meninggalkan rumah sendiri dengan berjalan kaki bersama dengan rekan-rekan yang dianterin orang tua dan tetangga yang memiliki senior tapi tidak berani untuk berkenalan dengan teman-teman sekolah karena mereka terlihat menakutkan di mata saya. Ada rekan yang sok banget ada yyang nakal ada pula yang cengeng. Tapi itu tidak semua karena ada gadis yang menangis saat pembelajaran dan selalu disertai dengan ibu dari pembelajaran. Dalam hati kadang-kadang berpikir saya iri semua itu, tapi biarlah. Ortuku sibuk membuat uang untuk mendukung saya dan saudara saya. Sebaliknya saya menemani ibu saya tapi saya tidak makan, tidak harus disertai memperbaiki tapi aku makan, dan itu lebih baik.

Komentar