Tulisan Ketiga
Pulang kuliah adalah masa yang paling diidamkan saat menjadi mahasiswa,
walaupun saat itu tugas
terlalu banyak yang menumpuk dan belum
diselesaikan satupun sehinggga
membuat hidup tak semangat. Aku sampai dikamar kontrakanku dan memandang kamar yang berantakan sisa
belajarku semalam. Aku kalau belajar harus berantakan apabila tidak berantakan
maka otak tidak berjalan.
Kaki menuntunku untuk berjalan masuk kedalam kamar dan
tangan meraih tas yang berisi lembaran buku tebal sehingga membuat bahuku sedikit
terbebani untuk kuletakan didekat meja belajarku. Mata sayu dan badan pun lemas
karena seharian mendengarkan dosen berbicara dikelas dan tak ada materi yang tertinggal diotakku. Setelah berganti
baju maka badanku pun kuletakkan diatas kasur yang berukuran 2 kali 1 meter
untuk meringankan badan melanjutka tidur yang terpotong karena kuliah. Mataku pun
terpejam dan aku pun larut dalam dalam mimpi.
Hari sudah sore saat-saat
yang menyebalkan karena badan yang masih terasa capek gara-gara kuliah 9 sks
dalam satu hari dan kontrakan yang selalu ramai dengan teman-teman dari teman
kamar sebelah. Tapi mau bagaimana lagi setiap manusia adalah berbeda
kebiasaanya.
Aku berada dalam kontrakan
yang tidak jauh dari tempatku belajar sekitar 2 menit kalau naik motor dan 10
menit kalau berjalan kaki.Kontrakanku berada dipinggiran kota jogja, yang di isi
9 orang yang berprilaku yang berbeda-beda, ada yang cuek dan sok cool padahal ,
ada yang tukang nyuci contohnya motor dicuci setiap hari walaupun dia belu
mandi sekalipun, ada yang suak teriak-teriak nggak jelas mungkin dia depresi
kebanyakan tugas maklum anak hukum. Ada yang suka mengatur karena dia paling senior
dan paling tua di kontrakanku, bukannya
memberi contoh yang baik untuk melakukan hubungan yang baik dengan penghuni kost
tetapi dia malah memberi contoh yang kurang baik yaitu bersifat egois dan
pengen menangnya sendiri. Tetapi dokontrakanku adapula yang alim yaitu solat 5
waktu nggak bolong dan tidak lupa juga suka mengaji.
Jam menunjukan pukul
16:15 aku bergegas bangun untuk mandi agar rasa kantukuku hilang dan badan
terasa segar kembali. Setelah mandi akupun melakukan kewajiban shalat asar
walaupun agak telat tetapi tidak apa-apa daripada tidak melakukan kewajiban
shalat.
Terus terang saja aku
waktu kuliah aku tidak mempunyai sahabat yang dekat hanya saja temen yang datang
dan pergi selalu ada dalam hidupku. Aku mungkin kurang bisa bergaul, karena
menurutku aku nggak dianggap tidak ada dalam pergaulan makanya aku selalu
dinomor akhirkan dan tidak diperhitungkan. Tetapi aku selalu menikmati hidup
ini karena hidup ini adalah anugrah dari sang pencipta agar kita selalu bersyukur
dan aku memang menyukai kesendirian bukan keramaian. Menurutku kesendirian akan
lebih mudah mengenal diri kita sendiri, melalui kesendirian kita akan lebih
leluasa menuntun diri kita sendiri untuk berjalan yang lebih baik atau berjalan
kesifat negatif. Hidup adalah pilihan, hidup didunia akan dipertanggung
jawabkan dalam dunia setelah mati. Kita akan menjadi baik disana bila kita baik
disini, dan begitupun sebaliknya.
Komentar
Posting Komentar