Tulisan Kedua

Masa kuliah dimana masa kita untuk mengenal dunia luar yang lebih. Mencari temen ssesuka hati dan terbebas dari belenggu sekolah yang datang 07:00 dan pulang jam 14:00. Datang dan tidak datang bukanlah hal yang perlu dalam perkuliahan bagi sebagian dosen di matakuliah tertentu.
Berbicara tentang teman, temen  yang baik adalah  temen yang ada dalam saat suka ataupun duka. Dari berbagai macam jenis teman dari yang baik banget sampai temen yang nggak baik banget pun ada dan temen yang memanfaatkan kecerdasaran temen yang lainnya pun ada pokoknya banyak jenis teman yang ada dalam kelasku.  Teman yang datang minta contekan seperti waktu SMA pun ada. Teman yang kerjaannya treveling pun ada walaupun nggak ada uang pun ada.
Paling susah kalau berteman dengan teman yang pendiam, walaupun mayoritas orang pendiam itu pandai tapi kalau kita berkumpul dengan mereka kita akan kehabisan kata-kata seperti kita ketemu gebetan tapi mulut ini seakan-akan tidak bisa berucap, loh kenapa kok isa begitu ya karena kita nggak tau apa yang akan kita omongin dan kalau kita bertanya kepada mereka, mereka pun akan menjawab seadanya. Dan kalau aku kalau berteman dengan mereka aku akan menjadi  lintah buat mereka hahaha. Habis dia pintar tapi nggak bagi-bagi untuk kepintaran mereka dengan aku ya mau bagaimana lagi sebagai insan yang licik maka aku manfaatin saja kepandaian mereka.
Temanku dalam satu kelas pun tidak begitu semua. Ada temen yang pintar dan baik dan adapula yang cantik dan pintar. Dan yang cantik dan pintar dia sering deket dengan aku (senangnya aku) tapi kita hanya sebatas teman nggak lebih walaupun aku berharap lebih tapi aku sadar diri, siapa aku dan darimana aku berada? Dia anak asli jogja bertubuh kurus, dada rata dan dia kalau berbicara agak cempreng.  
Suatu hari ada tugas dari dosen yang mengharuskan kita para mahasiswa untuk pergi ke sekolah menengah untuk melakuakan penelitian dan penelitian itu berguna untuk besok waktu kita mengerjakan skipsi. Mau tidak mau aku harus pergi kesekolahan untuk melakukan penelitian tersebut dan kendalanya yaitu aku nggak tahu daerah disekitar kampus dan teman-teman  tidak pada sudi untuk berkelompok dengan aku ya karena aku terkenal males dan bandel didalam kelas. Tetapi tidak semua temenku berpandangan begitu kepadaku, aku mencoba mendekati salah satu teman dan akupuun memulai pembicaraan kepada mereka.
“Em pagi, tugas penelitianmu sama siapa saja?” kataku.
“aku cuma berdua dengan anton?” kata dia.
“ Cuma berdua dengan dia saja? Bolehkah aku ikut kedalam kelompokmu?, ya karena aku nggak tau mau observasi dimana terus temen-temen yang lain nggak mau ada aku didalam kelompok mereka.” kataku kepadanya sambil meminta belas kasihan dengan mereka.
“Kasihan banget sih kamu, ya gapapa sih ikut aja dalam kelompokku asal kamu kerja jangan cuma titip nama saja dalam proposal dan laporan penelitian besok. Kata dia sambil tersenyum kepadaku”
“Ok baguslah kalau gitu aku janji aku kerja”
“Tapi nanti dulu aku tak tanya dulu ke anton boleh apa nggak. Besok tak kabari lagi ya.”
Seketika aku bingung seumpama tidak boleh maka aku akan masuk kelompok mana karena semua menjauhi aku kalau ada tugaas kelompok.
“Oh ok tak tunggu lo boleh apa nggaknya” kataku.
“Iya nanti kamu aku hubungi  kalau boleh. Oh ya udah aku pulang dulu ya, aku ada acara dirumah”kata dia sambil berjalan terburu-buru.
“Oh iya hati-hati dijalan ya”
Dia menengok dan mengacunggkan jempol tangannya ke arahku.

Berhubung tidak ada perkuliahan lagi pada hari itu maka aku pulang kekost untuk melanjutkan kegiatan tidurku sambil menunggu apakah aku diperbolehkan ikut dalam kelompok penelitian dari dia.

Komentar